Our Latest Thinking, Insights and Updates

Mengapa Otomatisasi Gudang Multi-Vendor Sering Bermasalah

Sistem ASRS, AMR, dan sistem barang-ke-operator dari berbagai vendor mengalami gangguan di sebuah gudang berteknologi canggih yang diterangi cahaya biru yang sejuk — menggambarkan mengapa otomatisasi gudang multi-vendor mengalami kegagalan ketika sistem-sistem tersebut tidak dapat berkoordinasi.
Gudang Multi-Vendor

Keterbatasan Lingkungan Otomatisasi Gudang Multi-Vendor

Sebagian besar gudang tidak merencanakan penerapan sistem otomatisasinya dalam satu tahap sekaligus. Sistem ASRS telah diimplementasikan tiga tahun yang lalu. Armada AMR menyusul pada tahun berikutnya. Saat ini, sistem barang-ke-operator sedang dipasang untuk menghadapi musim dengan permintaan yang tinggi. Setiap penambahan teknologi tersebut berasal dari vendor yang berbeda, dengan sistem kontrol, dasbor, serta metode pelaporan status operasional yang berbeda-beda.

 

Secara terpisah, setiap sistem menjalankan fungsinya dengan baik. Namun, ketika digabungkan, sistem-sistem tersebut menciptakan lingkungan yang tidak dirancang oleh satu vendor pun.

Mengapa Otomatisasi Multi-Vendor Menjadi Standar, Bukan Pengecualian

Sangat sedikit operasi yang secara sengaja dirancang dengan gudang yang hanya menggunakan satu vendor. Sebagian besar berakhir dengan otomatisasi multi-vendor secara tidak sengaja, dan tetap demikian karena penggantian peralatan yang masih berfungsi jarang dibenarkan.

Apa yang Menjadi Kendala Seiring Bertambahnya Sistem Otomatisas

Hasilnya, gudang memang telah menjalankan berbagai sistem otomatisasi, tetapi tidak ada yang benar-benar mengoordinasikan seluruh operasionalnya secara terpadu. Modern WMS dapat memberikan informasi mengenai proses yang seharusnya dilakukan selanjutnya, tetapi tetap membutuhkan mekanisme yang mampu mengeksekusi dan mengoordinasikan proses tersebut secara konsisten di seluruh sistem otomatisasi di gudang, bukan hanya pada sistem yang berasal dari satu vendor.

Biaya Tersembunyi dari Otomatisasi yang Terfragmentasi

Apa yang Dapat Diubah oleh Lapisan Orkestrasi Tunggal

Menutup kesenjangan ini tidak berarti mengganti sistem otomatisasi yang sudah ada. Hal ini berarti menambahkan lapisan orkestrasi yang netral terhadap vendor yang berada di atas ASRS, AMR, robot barang-ke-operator, dan stasiun kerja, serta mengoordinasikan semuanya berdasarkan satu set aturan gudang

Fungsi Lapisan Pengendali Terpusat

  • Mengarahkan berbagai tugas — penyimpanan, pengambilan, pengisian ulang, dan inventarisasi — ke berbagai kombinasi otomatisasi yang ada di lantai gudang, berdasarkan kapasitas langsung, bukan logika tetap yang spesifik sistem
  • Menyajikan tampilan terpadu atas antrean tugas, kapasitas, dan titik kemacetan di seluruh zona dan vendor, alih-alih satu dasbor per sistem
  • Menangani pengecualian secara konsisten, dan hanya meneruskannya ke operator manusia ketika ambang batas yang ditentukan terlampaui, terlepas dari peralatan mana yang memicu masalah tersebut
  • Menjaga seluruh data eksekusi operasional tetap terhubung ke satu sistem pencatatan utama, sehingga informasi inventaris dan status pesanan selalu diperbarui secara langsung sesuai dengan kondisi di lapangan.

Karena lapisan ini tidak terintegrasi ke dalam perangkat lunak kontrol vendor mana pun, otomatisasi baru dapat ditambahkan — armada AMR baru, unit barang-ke-operator kedua, pemasok ASRS yang berbeda — tanpa perlu membangun ulang mekanisme koordinasi operasional gudang yang sudah ada.

Daftar Periksa Kesiapan Operasional

Jika jawaban jujur atas salah satu pertanyaan ini adalah “hanya satu sistem pada satu waktu” atau “sistem tersebut perlu dibangun ulang,” maka kendalanya bukanlah otomatisasi itu sendiri. Kendalanya adalah tidak adanya pandangan operasional yang terpadu di seluruh sistem tersebut.

Kesimpulan

Otomatisasi multi-vendor bukanlah suatu kesalahan yang perlu diperbaiki. Hal ini merupakan hasil wajar dari investasi bertahap, pengadaan solusi terbaik di kelasnya, dan ekspansi yang berlangsung cepat. Operasi yang mampu memaksimalkan manfaatnya adalah yang telah berhenti memperlakukan sistem kontrol masing-masing vendor sebagai lapisan koordinasi, dan sebaliknya menempatkan satu lapisan orkestrasi di atas semuanya.

 

Pelajari lebih lanjut:

Symphony Automation 

Symphony Business Integration  

Need Any Help?

Connect with us

Email Us

Reach us anytime here

WhatsApp

Quick help via WhatsApp

Speak with Our Team

Quick support from professionals

Request a Demo

Get a guided walkthrough