Ide, Wawasan, dan Pembaruan Terbaru
Robot Anda Bekerja Cepat, Siapa yang Mengatur Seluruh Pekerjaannya?
Sebuah perusahaan distributor di Jakarta menambah robot otonom menjelang periode peningkatan permintaan. Dalam minggu pertama, jumlah barang yang berhasil diambil meningkat. Namun, pesanan tetap terlambat dikirim karena robot, petugas pengambilan barang, dan bagian pengemasan masing-masing bekerja berdasarkan antrean tugas yang berbeda.
Kisah seperti ini sering kami dengar dari tim gudang di berbagai negara ASEAN. Mesin tersebut memang bekerja dengan cepat. Masalahnya, tidak ada sistem yang mengatur semuanya agar bekerja secara terpadu. Kesenjangan inilah yang disebut koordinasi pekerjaan gudang, dan Symphony Automation dirancang untuk mengatasi masalah tersebut.
Tantangan yang Sering Dihadapi Gudang di ASEAN
Sebagian besar gudang tidak menerapkan otomatisasi sekaligus. Mereka menambahkan modul pengangkat di satu area, jalur konveyor di area lain, lalu beberapa robot untuk menghadapi peningkatan permintaan. Setiap mesin dilengkapi dengan sistem pengendalinya sendiri dan memiliki urutan prioritas pekerjaan masing-masing.
Pada hari yang sibuk, kondisi gudang biasanya terlihat seperti berikut:
Robot tidak beroperasi sementara antrean pengambilan barang terus menumpuk.
Pengawas mengatur prioritas pekerjaan melalui komunikasi radio atau grup percakapan.
Pesanan mendesak tertahan di belakang pekerjaan rutin.
Jumlah persediaan berbeda antara satu sistem dan sistem lainnya.
Laporan baru tersedia setelah jam kerja berakhir.
Tidak satu pun dari masalah tersebut dapat diselesaikan hanya dengan membeli lebih banyak peralatan. Setiap mesin baru justru menambah antrean pekerjaan yang perlu dikelola.
Mengapa Sistem Manajemen Gudang Saja Belum Cukup
Sistem manajemen gudang (WMS) membantu perusahaan mencatat dan memantau pergerakan barang, mulai dari barang yang masuk, lokasi penyimpanannya, hingga barang yang sudah dikirim. Namun, sistem ini pada dasarnya dirancang untuk gudang yang sebagian besar kegiatannya masih dilakukan oleh manusia, dengan pengawas yang mengatur prioritas pekerjaan.
Ketika mesin mulai mengambil alih sebagian pekerjaan, dibutuhkan sistem yang dapat mengatur urutan dan menyelaraskan tugas seluruh peralatan. Inilah yang disebut koordinasi pekerjaan gudang (warehouse orchestration). Tanpa koordinasi ini, investasi yang telah dikeluarkan untuk otomatisasi gudang mungkin tidak memberikan hasil yang optimal.
Bagaimana Symphony Automation Membantu Mengatur Kegiatan Gudang
Symphony Automation adalah sistem koordinasi pekerjaan gudang dari Boon Software. Sistem ini menghubungkan Sistem Manajemen Gudang (WMS) dengan berbagai peralatan
di gudang, sekaligus menentukan urutan pekerjaan yang harus dilakukan oleh manusia dan mesin.
- Satu antrean tugas yang menggabungkan pekerjaan manusia dan mesin.
- Urutan pekerjaan ditentukan berdasarkan batas waktu pengiriman pesanan, bukan berdasarkan masing-masing peralatan.
- Pembagian pekerjaan disesuaikan kembali ketika mesin melambat atau berhenti beroperasi.
- Satu catatan persediaan yang selalu diperbarui, terlepas dari sistem yang memindahkan barang.
- Dasbor yang menampilkan kondisi terkini untuk membantu pengawas dan manajer memantau kegiatan gudang.
Terintegrasi dengan Seluruh Sistem Symphony Logistics Suite
Koordinasi pekerjaan gudang dapat berjalan optimal jika data yang digunakan akurat dan saling terhubung. Karena itu, Symphony Automation menggunakan platform yang sama dengan seluruh sistem dalam Symphony Logistics Suite.
- Symphony WMS (Sistem Manajemen Gudang) untuk mengelola penerimaan, penyimpanan, pengambilan, dan pengiriman barang.
- Symphony OMS (Sistem Manajemen Pesanan) untuk mengelola pesanan dari berbagai saluran penjualan.
- Symphony TMS (Sistem Manajemen Transportasi) untuk mengatur pengiriman dan merencanakan rute distribusi.
- TrackIQ RFID untuk memantau persediaan dan aset secara langsung.
- BIS Integration Gateway untuk menghubungkan sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) dengan sistem mitra bisnis.
Mulai dari Skala Kecil: Modul Pengangkat dan Sistem Koordinasi Gudang
Perusahaan tidak perlu membangun ulang seluruh gudang untuk mulai merasakan manfaat otomatisasi. Banyak pelanggan kami memulai penerapannya dari satu area gudang terlebih dahulu.
Salah satu langkah awal yang umum dilakukan adalah menggabungkan Modula, yaitu sistem penyimpanan vertikal otomatis, dengan Symphony Automation. Barang-barang berukuran kecil dipindahkan dari rak terbuka ke tempat penyimpanan yang lebih padat dan aman. Selanjutnya, Symphony Automation mengatur agar barang yang dibutuhkan tersedia pada tempat yang tepat dan pada waktu yang sesuai. Hasil operasionalnya dapat dipantau secara langsung melalui dasbor.
Setelah area tersebut berjalan dengan lancar, sistem koordinasi yang sama dapat diperluas ke robot, jalur konveyor, dan area gudang lainnya. Setiap tahap pengembangan melanjutkan tahap sebelumnya, sehingga investasi yang sudah dilakukan tetap dapat dimanfaatkan
Dua Gudang di ASEAN, Satu Solusi
Di Singapura, lahan yang tersedia sangat terbatas. Karena itu, pengelola gudang memanfaatkan ruang secara vertikal dan menerapkan otomatisasi agar dapat menyimpan lebih banyak barang di area yang sama. Symphony Automation memastikan bahwa penambahan mesin benar-benar meningkatkan jumlah barang yang dapat diproses dan dikirim, bukan sekadar menambah kapasitas gudang di atas kertas.
Di Indonesia dan Vietnam, kawasan logistik baru mulai merencanakan otomatisasi sejak tahap awal pembangunan. Dengan melibatkan Boon Software sejak tahap perancangan, sistem perangkat lunak dan peralatan gudang dapat direncanakan secara bersamaan. Hal ini membantu menghindari kesenjangan sistem yang dapat menimbulkan biaya besar setelah operasional dimulai.
52% kegiatan operasional gudang telah menggunakan robot,
32% lainnya berencana menggunakannya dalam tiga tahun ke depan.
Kebutuhan akan otomatisasi gudang terus meningkat. Sebuah studi industri pada tahun 2026, menemukan bahwa 52% kegiatan operasional gudang telah menggunakan robot, sementara 32% lainnya berencana menggunakannya dalam tiga tahun ke depan. Perusahaan yang mampu mengoordinasikan seluruh mesin tersebut dengan baik akan memiliki keunggulan dibandingkan para pesaingnya.
Mengapa Perusahaan Logistik di ASEAN Memilih Boon Software?
Boon Software telah melayani industri logistik sejak 1993. Perusahaan ini berkantor pusat di Singapura, memiliki kantor di Jakarta dan Batam, serta berpengalaman menangani proyek di lebih dari 15 negara.
- Solusi terpadu: satu mitra untuk kebutuhan perangkat lunak, perangkat keras, dan integrasi sistem.
- Pemahaman terhadap kebutuhan lokal: tim yang memahami karakteristik dan kebutuhan operasional di kawasan ASEAN.
- Penerapan secara bertahap: pendekatan yang membantu mengurangi risiko dan meminimalkan gangguan terhadap kegiatan operasional.
- Dukungan jangka panjang: pendampingan setelah sistem mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang terus berkembang.
Kami hadir bukan hanya untuk menyediakan sistem, tetapi juga mendampingi Anda dalam setiap tahap perkembangan gudang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
T: Apa yang dimaksud dengan koordinasi pekerjaan gudang?
J: Koordinasi pekerjaan gudang adalah proses ketika satu sistem mengatur urutan pekerjaan bagi manusia dan mesin. Symphony Automation dari Boon Software menjalankan fungsi ini dengan mengoordinasikan modul pengangkat, robot, jalur konveyor, dan petugas pengambilan barang.
T: Apakah saya bisa mulai menerapkan sistem ini tanpa mengganti peralatan gudang yang sudah ada?
J: Ya. Sebagian besar pelanggan Boon Software memulai penerapan dari satu area gudang terlebih dahulu, misalnya dengan menggabungkan sistem penyimpanan vertikal otomatis dan Symphony Automation. Setelah itu, penerapan dapat diperluas ke peralatan lainnya.
Siap Untuk Mengoptimalkan Otomatisasi Gudang Anda?
Menambah jumlah mesin memang mudah. Namun, manfaat yang sesungguhnya diperoleh ketika seluruh peralatan dapat bekerja secara terkoordinasi.
Diskusikan kebutuhan gudang Anda bersama Boon Software melalui Symphony Automation. Kami akan meninjau alur kerja gudang Anda, memetakan proses operasional yang berjalan saat ini, dan menunjukkan bagaimana koordinasi pekerjaan gudang dapat meningkatkan produktivitas.
