Ide, Wawasan, dan Pembaruan Terbaru
Otomatisasi Gudang Musim Puncak: Robot Menunggu saat 11.11
Gudang otomatis dirancang untuk menghadapi hari-hari seperti 11.11. Robot tidak membutuhkan lembur. Stasiun pengambilan barang yang mengantarkan barang langsung kepada pekerja tidak merasa lelah pada pukul 2 pagi. Sistem shuttle tidak melambat pada jam keempat dalam satu gelombang kerja.
Namun, banyak operasional gudang otomatis masih gagal mencapai target saat musim puncak. Peralatan jarang mengalami kerusakan. Lebih sering, peralatan hanya menunggu. Peralatan menunggu pekerjaan yang dilepaskan dengan urutan yang salah. Peralatan menunggu stasiun yang tertinggal. Atau, peralatan menunggu sistem dari vendor lain yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di area sebelahnya.
Saat musim puncak, kecepatan otomatisasi hanya bergantung pada bagaimana sistem tersebut diarahkan.
Manfaat Otomatisasi yang Dijanjikan saat Musim Puncak
Bagi operasional gudang di ASEAN yang menghadapi 11.11 dan 12.12, alasan untuk menggunakan otomatisasi sudah jelas. Tenaga kerja semakin sulit ditemukan pada kuartal keempat, sementara pekerja sementara membutuhkan waktu untuk mencapai target produktivitas. Volume pesanan selama promosi besar dapat meningkat beberapa kali lipat dibandingkan hari biasa. Ruang gudang di kota-kota besar di kawasan ini juga mahal. Kondisi tersebut mendorong operasional gudang menggunakan sistem penyimpanan berkapasitas tinggi, seperti ASRS dan satu area pengambilan barang.
Secara teori, otomatisasi dapat menjawab ketiga tantangan tersebut. Namun, dalam praktiknya, kapasitas yang dijanjikan oleh satu sistem jarang sama dengan kapasitas yang dicapai seluruh gudang pada hari tersibuknya.
Otomatisasi merupakan salah satu bagian dari persiapan menghadapi musim puncak. Untuk mengetahui pemeriksaan yang perlu dilakukan setiap gudang sebelum 11.11, lihat panduan kami tentang pemenuhan pesanan saat musim puncak.
Masalah yang Menghambat Gudang Otomatis saat Musim Puncak
| Peralatan menunggu sistem manajemen gudang (WMS). | Ketika pekerjaan dilepaskan dalam gelombang yang sudah ditentukan, robot menyelesaikan satu kelompok pekerjaan lalu menganggur hingga kelompok berikutnya diberikan. Setiap jeda mengurangi kapasitas pada saat kapasitas paling dibutuhkan. |
| Kecepatan satu sistem menjadi antrean bagi sistem lain. | Sekelompok robot bergerak otonom (AMR) dapat mengantarkan wadah barang lebih cepat daripada kemampuan stasiun pengemasan untuk menanganinya. Sistem shuttle dapat mengambil barang lebih cepat daripada kemampuan konveyornya untuk memindahkan barang tersebut. Setiap sistem mencapai targetnya sendiri, tetapi operasional gudang secara keseluruhan justru melambat. |
Sistem otomatisasi yang berdiri sendiri-sendiri. | Banyak gudang menambahkan otomatisasi secara bertahap, sering kali dari pemasok yang berbeda. Setiap sistem memiliki perangkat lunak kendali sendiri yang diatur untuk area masing-masing. Tidak ada pihak yang menyeimbangkan pekerjaan di antara sistem-sistem tersebut. |
Gangguan tanpa solusi cadangan. | Ketika robot mengalami gangguan atau sebuah stasiun berhenti beroperasi, tugas-tugasnya sering kali tetap terkunci dalam antrean sistem tersebut. Tanpa cara untuk mengalihkan pekerjaan ke perangkat lain, satu penghentian dapat menyebabkan penumpukan pekerjaan. |
Pengawas memantau layar yang berbeda-beda. | Pengawas berpindah – pindah di antara konsol dari berbagai vendor untuk memahami apa yang sedang terjadi. Saat hambatan terlihat, dampaknya sudah telanjur menyebar. |
Orkestrasi: Lapisan yang Menentukan Kapasitas Pemrosesan saat Musim Puncak
Solusinya bukan menambah peralatan, melainkan menggunakan lapisan kendali yang dapat memantau seluruh peralatan. Sistem kendali gudang berada di antara sistem manajemen gudang (WMS) dan peralatan. Sistem ini menentukan pekerjaan mana yang diberikan kepada setiap sistem dan urutan pengerjaannya berdasarkan kapasitas secara waktu nyata.
Saat musim puncak, koordinasi ini melakukan tiga hal. Pertama, memastikan setiap sistem terus menerima pekerjaan dengan melepaskannya secara bertahap dan berkelanjutan, bukan sekaligus dalam kelompok-kelompok. Kedua, menyeimbangkan beban kerja. Tugas diberikan kepada robot dan stasiun yang masih memiliki kapasitas, bukan kepada yang mulai tertinggal. Ketiga, memulihkan operasional saat terjadi gangguan. Pekerjaan dialihkan dari perangkat yang berhenti ke perangkat yang tersedia, alih-alih dibiarkan menunggu dalam antrean.
Dengan demikian, gudang dapat beroperasi mengikuti kecepatan seluruh sistem, bukan hanya mengikuti bagian yang paling lambat.
Otomatisasi dan Pekerja Bekerja Bersama saat Musim Puncak
Bahkan gudang yang paling otomatis tetap membutuhkan pekerja saat musim puncak. Mereka menangani kelebihan volume pekerjaan, barang berukuran besar, dan situasi yang memerlukan penanganan khusus. Operasional terbaik memperlakukan area kerja manual dan otomatis sebagai satu kesatuan kapasitas. Ketika area robot sudah penuh, kelebihan pekerjaan dapat dialihkan ke proses pengambilan barang dengan panduan lampu atau kepada tim yang menggunakan panduan suara. Pekerja sementara dipandu langkah demi langkah.
Otomatisasi menangani volume pekerjaan. Pekerja menangani variasi pekerjaan.
Pertanyaan untuk Operasional Gudang Otomatis Sebelum 11.11
Apakah pekerjaan mengalir ke peralatan secara berkelanjutan atau dalam gelombang?
Jika robot menunggu di antara kelompok pekerjaan, solusinya terletak pada cara pekerjaan dilepaskan, bukan pada robotnya.
Dapatkah tugas dialihkan antar sistem ketika salah satu sistem sudah penuh atau berhenti beroperasi?
Jika tidak, kapasitas pemrosesan pesanan saat musim puncak akan ditentukan oleh sistem yang paling lambat di area gudang.
Dapatkah pengawas melihat setiap robot, stasiun, dan area dalam satu layar?
Jika mereka harus menggunakan beberapa konsol dari vendor yang berbeda, hambatan operasional akan terlambat diketahui.
Apakah WMS diperbarui setiap kali tugas otomatis selesai?
Jika stok dan status pesanan hanya berubah ketika satu kelompok pekerjaan selesai, bagian operasional lainnya akan bekerja menggunakan data yang sudah tidak terbaru.
Merencanakan Otomatisasi Setelah Musim Puncak
Bagi operasional gudang yang belum menggunakan otomatisasi, musim puncak bukanlah waktu untuk memasangnya. Ini adalah waktu untuk melakukan pengukuran. Area yang paling lambat dan antrean terpanjang menunjukkan bagian yang akan memberikan manfaat terbesar jika menjadi tahap pertama otomatisasi.
Pendekatan bertahap membuktikan manfaatnya sebelum diperluas. Proses ini dapat dimulai dengan satu area pengambilan barang yang mengantarkan barang langsung kepada pekerja. Tentukan kapasitas sistem berdasarkan kendala yang terungkap saat musim puncak. Dengan orkestrasi yang diterapkan sejak hari pertama, setiap sistem baru akan menambah kapasitas. Sistem baru tersebut tidak akan menciptakan area otomatisasi lain yang berdiri sendiri.
Bagaimana Symphony Automation Mengoordinasikan Operasional saat Musim Puncak
Symphony Automation menyediakan fungsi kendali dan orkestrasi gudang di atas lapisan peralatan. Sistem ini mengarahkan tugas ke berbagai sistem ASRS, shuttle, dan AMR. Sistem ini juga mengoperasikan robot untuk pengambilan barang langsung kepada pekerja, vertical lift module, konveyor, dan stasiun kerja. Sistem ini tidak bergantung pada satu vendor. Peralatan dari berbagai pemasok dapat beroperasi dalam satu platform tanpa ketergantungan pada satu vendor.
Symphony Automation terhubung langsung dengan Symphony WMS dan menyinkronkan setiap peristiwa secara waktu nyata. Data stok dan status pesanan tetap akurat seiring selesainya pekerjaan. Dasbor langsung menampilkan robot, stasiun, area, antrean tugas, dan kapasitas pemrosesan. Pengawas dapat mendeteksi hambatan lebih awal. Aturan, area, dan logika kerja diatur di satu tempat. Tim dapat menyesuaikan alur pekerjaan untuk menghadapi musim puncak tanpa harus mengubah setiap sistem satu per satu.
KESIMPULAN
- Bagi gudang di ASEAN, otomatisasi merupakan solusi terbaik untuk menghadapi tekanan kekurangan tenaga kerja dan peningkatan volume pesanan saat musim puncak. Namun, kapasitas pemrosesan saat 11.11 ditentukan oleh koordinasi, bukan oleh kecepatan satu mesin saja. Ketika seluruh peralatan beroperasi sebagai satu sistem, operasional gudang dapat memperoleh kapasitas yang telah mereka investasikan, terutama pada hari-hari yang paling penting. Untuk investasi Anda berikutnya, berikan perhatian yang sama pada lapisan orkestrasi seperti yang diberikan kepada robot.